Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk Rumah Susun Sewa Milik (Rusunami) telah diajukan Departemen Kimpraswil untuk tahun 2005. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman Ir. Sjarifuddin Akil ketika menerima wartawan di ruang kerjanya Jumat (18/6). "Untuk tahun depan Departemen Kimpraswil telah mengajukan Rp. 2,8 triliun termasuk didalamnya dana untuk 10.000 rumah susun dimana 5000 unit berupa rusunami," lanjutnya.
Selain itu tahun depan diusulkan KPR bersubsidi untuk 212.000 unit Rumah Sederhana Sehat (RSH) sebesar 620 milyar lebih. Hal lainnya, tambah Akil, Depkimpraswil akan bantu penjaminan untuk kredit mikro rumah swadaya dan rumah kumuh. "Kita akan coba untuk 300.000 unit untuk kredit mikro ini", ucap Akil. Hitungannya, jika penjaminan tiap unit rumah sebesar 70% dari Rp. 2,5 juta maka untuk 300 ribu unit rumah tersebut dibutuhkan dana sekitar 500 miliar.
Ketika ditanya mengenai permukiman kumuh, Akil menjelaskan, target tahun ini untuk penanganan rumah kumuh sebesar 20.000 unit. Saat ini terdapat sekitar 10.000 lokasi kumuh di kota-kota besar yang ditempati oleh 17 juta jiwa. Dalam program sejuta rumah, terdapat program bantuan/fasilitasi bagi 200.000 unit rumah kumuh. Mengingat besarnya jumlah rumah kumuh maka perlu kerjasama dengan Pemda dalam penentuan/seleksi rumah kumuh yang akan dibantu.
Bantuan bagi rumah kumuh ini dapat berbentuk bahan bergulir sebesar Rp. 2,5 juta per keluarga maupun berbentuk bantuan akses ke perbankan. Bantuan bahan bergulir ini dikumpulkan di Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang telah dibentuk Depkimpraswil bersama masyarakat. Bantuan akses ke perbankan caranya dengan mempermudah pengurusan dokumen-dokumen ke bank. Saat ini telah terdapat 200 unit BKM dengan bantuan Pemerintah Indonesia dan 2600 unit BKM dengan bantuan luar luar negeri di 57 kota. (Lis)
Source:
http://www.pu.go.id/Humas/news2003/ppw1906041.htm