Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta kepada pengembang pembangunan rumah susun sederhana di Jakarta agar memperhatikan infrastruktur terhadap lingkungan terutama masalah drainase dan ruang terbuka hijau.
Hal ini diungkapkan orang nomor satu di DKI Jakarta ini ketika ikut meresmikan rumah susun sederhana milik (rusunami) Gading Nias Residences di Jalan Kelapa Nias Raya, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (04/02).
Pembangunan Rusunmi Gading Nias Residences terdiri dari 14 tower diatas lahan 4,5 Ha dengan total 6000 unit berharga sekitar Rp 88 Juta /unit hingga Rp. 144 Juta/unit.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri, menurut Fauzi Bowo, sangat mendukung mendukung pelaksanaan percepatan pembangunan rusun 1000 tower di DKI Jakarta dengan memberikan kemudahaan dalam perizinan.
"Tetapi harus pula perlu memperhatikan dampak lingkungan dengan melakukan penataan insfrastruktur di masyarakat sehingga akan membuat nyaman warga yang ada," ungkap Foke, panggilan akrab mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, Senin (04/02).
Dijelaskan pula, saat ini penduduk DKI Jakarta yang berjumlah 8 juta jiwa membuat kebutuhan rusun sangat besar. Dengan begitu bisa dikuti oleh para pengembang lainnya.
Selain Gubernur, peresmian Rusunmi Gading Nias Residences dihadiri oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy"ari dan Chairman Agung Podomoro Group Trihatma K Haliman dengan melakukan penekanan tombol sirine sebagai tanda dioprasikannya rusunmi ini.
Sementara itu, Nami (34), warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua meminta pembangunan rusunami memperhatikan masalah lingkungan seperti adanya daerah resapan air dan saluran air rusun karena jika tidak diperhatikan bisa berdampak pada banjir.
"Lihat saja sekarang, hingga kini air masih menggenangi rumah warga kalau pembangunan tersebut tidak memperhatikan dampaknya bukan tidak mungkin hujan sebentar saja bisa membuat pemukiman terendam," ujar Nami kepada reporter jakartautara.com. ( Rep Bian )
Source:
http://www.jakartautara.com